}); Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil | Mari belajar

Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil

Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan kim Leahy yang diikuti oleh Lambing mengidentifikasi enak tahap pengembangan bisnis, yaitu sebagai berikut.
1. tahap konsepsi
2. tahap survival
3. Tahap stabilisasi
4. Tahap orientasi pertumbuhan
5. Tahap pertumbuhan yang cepat
6. tahap kematangan

Pada setiap tahap tersebut gaya wirausahawan dan keterampilan yang diperlukan cenderung berubah. menurut Lambing, ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan dalam rangka mengembangkan usahanya, yaitu manajemen personal dan keuangan.

Pandangan Para Ahli Tentang Pengembangan Usaha
Banyak konsep yang telah dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinamis. Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada kemampuan internal. Secara internal, perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus yan dicari dari intergritas fungsional, kemampuan internal, kompetensi inti, rahasia kewirausahaan, yaitu kreativitas dan inovasi, fokus strategi, atau yang lebih populer dari tantangan eksternal teori dinamis.
Jadi, untuk pengembangan suatu usaha agar mampu bersaing perusahaan harus memiliki hal-hal berikut.
1. Kompetensi khusus
2. kemampuan internal
3. Kompetensi inti
4. Kreativitas dan keinovasian
5. Fokus strategi
6. Teori dinamis

Pandangan Micheal P.Porter, tentang teori strategi kompetitif sampai saat ini tampak masih relevan, walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. Teori porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal, Khususnya persaingan. Dalam teori persaingan porter, dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik, yaitu strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah, diferensiasi, dan fokus. dengan strategi ini, perusahaan akan memiliki daya tahan hidup secara berkesinambungan. Meskipun masih relevan,Strategi porter ini terus dikritik. Menurut Mahoney dan Pandian dan D;Aveni, Strategi porter tersebut adalah berjangka panjang dan dinamis. Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinamis, perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal secara superior untuk menciptakan kompetensi ini seperti yang disarankan oleh Mintzberg. Menurut Richard D;Aveni dan Gary Hamel, perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti, pengetahuan, dan keunikan aset tidak berwujud untuk menciptakan keunggulan, dan hanya wirausahawanlah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan.
Dalam Mengahadapi berbagai gejolak ekonomi, baik strategi dinamis maupun teori strategis berdasar sumber daya sangat relevan bila khusus diterapkan dalam perberdayaan usaha kecil nasional dewasa ini. Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing melalui pengembangan kapabilitas khusus sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar melalui monopoli dan fasilitas pemerintah. Dalam strategi ini, Perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan produk inti yang unggul untuk memperbesar pembagian produksi. Strategi tersebut lebih ,urah dan ampuh dalam memberdayakan usaha kecil karena perusahaan kecil bisa memanfaatkan sumber daya lokalnya. Menurut teori strategis berdasar sumber daya ini, agar perusahaan meraih keuntungan terus menerus, yaitu meaih semua pesaing di industri yang bersangkutan, perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior, yang tidak transparan, sukar ditiru, atau dialihkan oleh pesaing dan memberi daya saing jangka panjang yang kuat dan melebihi tuntutan masa kini dipasar dan dalam situasi eksternal yang bergejolak. Sumber daya perusahaan yang bisa dikembangkan secara khusus menurut pandian adalah, tanah, teknologi, tenaga kerja, modal, dan kebiasaan rutin.
Secara spesifik, ahli lain, diantaranya burus yang dikutip yuyun wirasasmita menyarankan bahwa agar perusahaan kecilberhasil take-off, maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk kelangsungan hidup, konsolidasi, pengendalian, perencanaan, dan harapan. Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen, yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas.
beberapa penguasaan bidang manajemen, meliputi hal-hal meliputi.
1. Dalam bidang pemsaran, harus mengubah dari mendapatkan konsumen menjadi situasi peningkatan persaingan.
2. Dalam bidang keuangan, dari tahap cash flow berubah menjadi tahap memperketat pengendalian keuangan, meningkatkan laba, dan mengendalikan biaya.
3. Dalam bidang pendanaan, dalam tahap take-off, usaha kecil harus sudah menerapkan sistem ventura bersama.


Daftar Pustaka
Buku : Kewirausahaan
Penulis : Suryana
Edisi : Empat
Penulis : Salemba empat.

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil"

Post a Comment